Bangunan rumah ramah lingkungan adalah salah satu teknik untuk ikut andil mendukung lingkungan kehidupan. Mendesain bangunan yang ramah lingkungan telah menjadi peraturan umum pada masa kini saat berencana membuat rumah. Eco-house nama lain dari tempat tinggal ramah lingkungan, berarti mendesain lokasi tinggal dari segala aspek baik luar maupun dalamnya yang dalam operasi, konstruksi, sampai memelihari lokasi tinggal agar tidak akan berdampak  buruk untuk lingkungannya. Beberapa hal yang berhubungan dalam eco-house ialah bangunan yang sesuai dari sisi ketahanan, ekonomi, kenyamanan, serta kebutuhan dalam rumah.

Metode dari rumah ini ialah membuat lokasi rumah yang bisa menyimpan energi untuk menciptakan lingkungan lebih asri. Dengan situasi lingkungan sekarang, semua arsitek professional pun merealisasikan desain eco-house sebab hal tersebut ialah tanggung jawab mereka, dimana mereka mesti membuat rumah yang tidak merusak lingkungan. Penggunaan material yang baik guna lingkungan bakal menghemat ongkos pengeluaran. Eco-house pun membuat lokasi tinggal lebih nyaman dengan desain yang tetap memperhitungkan estetikanya. Berikut ialah cara mendesain lokasi tinggal yang ramah lingkungan (eco-house).

1. Lokasi dan Keadaan Site

Ketika akan melakukan pembelian sebuah tanah untuk membuat sebuah rumah, anda perlu melihat suasana sekitar tempat yang telah dipilih. Perhatikan lahan dan membayangkan orientasi bangunan nantinya. Perlu dipertimbangkan pula akses mengarah ke transportasi umum dan jarak lokasi tinggal ke sarana umum seperti pasar atau halte.

2. Orientasi bangunan

Setelah memilih lokasi, lokasi tinggal tentunya mesti mempunyai orientasi bangunan yang menghindari tidak sedikit bukaan di arah barat dan timur. Iklim di lokasi pun akan mempengaruhi format bangunan seperti contohnya tempat dengan iklim yang panas memerlukaan bukaan jendela yang besar di sisi unsur utara bangunan. Lalu pada bagian unsur selatan didesain jendela yang ukurangnya lebih kecil beserta shadingnya laksana kanopi atau tritisan guna mengurangi dampak cahaya matahari yang masuk ke rumah. Sedangkan guna iklim yang lebih dingin diterapkan desain yang berkebalikan dari iklim panas. Dengan mengetahui orientasi lokasi tinggal maka akan menciptakan rumah menjadi lebih nyaman.

3. Penggunaan material

Material menjadi di hal yang pokok dalam mendesain eco-house. Pasalnya tidak sedikit yang dapat dilaksanakan dengan memilih material yang tepat guna rumah. Pilihlah material yang berbahan alami laksana semen, batu bata, bambu, kayu, keramik, baja, dan sebagainya. Mendaur ulang material lama ataupun yang telah tidak terpakai dapat menjadi di antara mempermudah guna mendekor rumah.

4. Material Dinding

Untuk material dinding pilihlah material yang bisa menyerap panas laksana batu bata. Tahan api dan menyerap panas dari matahari serta penyerapan air yang rendah. Pengunaan keramik pun baik sebab maintenance yang rendah dan mempercantik terlihat bangunan.

5. Material Lantai

Penggunaan material lantai bakal bergantung pada faedah ruangannya. Granit, parkeet, keramik, bambu, marmer, dan kayu dapat menjadi pilihan. Namun guna material yang lebih ramah lingkungan, kamu dapat memakai kayu dan bambu guna kamar tidur.

6. Denah Rumah

Layout denah lokasi tinggal akan menilai dengan banyaknya partisi atau ruangan dalam rumah. Ruangan yang tersingkap di dalam lokasi tinggal akan memperkecil ongkos konstruksi. Selain tersebut juga akan menambah pemasukan cahaya dan udara ke rumah. Penataan furniture pun pun lebih mudah.

7. Ruangan dalam rumah

Fungsi ruang pastinya akan memprovokasi perletakkannya di dalam rumah. Hal ini bakal menilai ruangan mana yang lebih tidak sedikit membutuhkan penyinaran dan sirkulasi udara alami. Sehingga ruangan bakal termanfaatkan dengan baik.

8. Bukaan jendela

Bentuk rangka jendela dapat diciptakan dari aluminium ataupun kayu. Ukuran jendela menyesuaikan dinding bangunan dan lantai yang menerima penyinaran langsung dan tidak langsung. Tambahkan kanopi dan shading di lokasi bukaan jendela guna menghindari panas yang berlebihan. Tentukan pun arah angin pada lokasi tinggal dan tambahkan ventilasi udara supaya udara sejuk bisa masuk sementara udara panas bisa keluar.

9. Atap rumah

Memilih atap hijau / green roof bakal menjadikan lokasi tempat tinggal lebih menarik untuk para Agent Sbobet di Indonesia, salah satunya adalah pemilik dari website https://www.hokipanda.com yang sudah menerapkan rumah ramah lingkungan. Dalam penerapan sistem ini pada atap akan menyerahkan insulasi untuk lokasi tinggal yang menolong mengurangi pemakaian energi dalam rumah. Bagi atap hijau ini dapat diterapkan di borongan atap atau juga hanya sejumlah bagian saja.  Atap hijau tidak melulu menurut pada atap dengan rerumputan, tetapi dapat juga dengan mengontrol sistem saluran pengasingan air. Adapun sistem yang menampung air hujan yang nantinya dapat dipakai kembali guna keperluhan lokasi tinggal tangga laksana mencuci, mengguyur toilet, mengguyur tanaman, dan irigasi landscape.

10. Solar panel

Solar panel atau panel surya adalah salah satu sistem terbarukan yang dipakai sebagai sumber energi listrik. Panel ini bakal bekerja dengan mengolah panas matahari menjadi listrik. Awalnya harga akan terasa mahal  namun akan bermanfaat untuk jangka panjang sehingga ongkos pengeluaran listrik ke depannya lebuh murah. Solar panel ditaruh pada atap lokasi tinggal di bagian unsur timur dan barat sehingga dijamin mendapat energi solar matahari. Tentunya pun pilih material guna atap lokasi tinggal yang bisa memantulkan radiasi panas.

11. Lampu pencahayaan

Pilihlah lampu yang terang tetapi tetap irit energi dan pun awet. Seperti halnya LED dan CFL yang lebih duratif daripada lampu pijar tradisional. Lampu itu dapat menghemat ongkos di masa-masa yang lama dan sesuai untuk eco-house.

12. Landscape

Landscape yang teduh atau rindang akan mengayomi rumah dari sinar matahari langsung ketika musim panas atau bisa melanjutkan penyinaran ke dalam rumah melewati jendela saat musim dingin. Dengan banyaknya pepohonan pada unsur barat dan unsur selatan rumah, akan menciptakan rumah lebih sejuk dan mengayomi sinar matahari yang masuk ke lokasi tinggal secara berlebihan. Makin hijau landscape maka bakal lebih baik guna rumah.

Dua belas teknik tersebut dapat anda terapkan guna desain ataupun mendekorasi ulang lokasi tinggal yang lebih ramah lingkungan. Tentunya eco-house tidak melulu bermanfaat untuk lingkungan tapi pun pemilik rumahnya. Mulailah memberikan akibat yang baik untuk lingkungan agar kehidupan di bumi lebih sehat dan dapat dinikmati anak cucu nantinya.                                             

Menerapkan Kriteria Bangunan Ramah Lingkungan Untuk Para Agen Sbobet di Indonesia